Awas! Beredar Hoax Tentang Rekrutmen Karyawan di Masa Pandemi!

Rekrutmen karyawan

Banyak rumor negatif berseliweran di pebisnis tentang karyawan yang berkualitas. Mulai dari semakin susah dicari, kutu loncat alias tidak akan bertahan lama, hingga harus siap dengan gaji selangit. Benarkah rumor tersebut, atau malah hanya hoax semata karena si pebisnis yang tidak tahu cara bagaimana cara melakukan rekrutmen karyawan yang berkualitas dan loyal?

Punya karyawan tapi malah jadi asisten karyawan

Banyak pebisnis yang berekspektasi bisa punya banyak waktu luang dan pekerjaan makin ringan saat merekrut karyawan. Namun mayoritasnya pebisnis malah mendapatkan hasil yang bertolak belakang dengan apa yang mereka harapkan, sehingga muncul sebuah anggapan bahwa punya karyawan berkualitas dan loyal di bisnis adalah hoax semata.

Padahal sebenarnya cara rekrutmen karyawan yang diterapkan oleh pebisnis lah yang tidak tepat sehingga karyawan yang direkrut tidak memenuhi ekspektasi.

Pebisnis butuh cara rekrutmen karyawan yang berbeda agar bisa merekrut orang yang tepat, di posisi yang sesuai dan diwaktu yang dibutuhkan.

Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly, menuturkan bahwa untuk mendapatkan karyawan yang next level, pebisnis tidak bisa hanya berpegang pada cara rekrut karyawan 1-on-1 interview saja, sangat penting untuk fokus ke soft skill, yang jarang bisa didapatkan dari 1-on-1 interview.

Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan cara rekrut karyawan dengan metode yang ia beri nama GRATYO® Power Recruitment (GPR). GPR ini secara garis besar terbagi dalam 3 tahapan:

Pre-GPR

Tahapan pertama dalam metode rekrutmen GPR adalah Pre-GPR. Pada tahap ini pebisnis harus membuat iklan lowongan kerja yang berlandaskan AIDDA (Attention, Interest, Desire, Dancing with objection, dan Action).

Bedanya dengan iklan lowongan biasa adalah pebisnis harus membuat dancing with objection, yaitu sebuah jawaban dari pertanyaan dan keraguan yang muncul di benak calon karyawan saat pertama kali melihat iklan.

Jika pebisnis membuat iklan lowongan yang tidak tepat, akibatnya adalah orang yang melamar ke bisnis bukanlah orang yang memenuhi kriteria yang diinginkan pebisnis.

Setelah iklan lowongan kerja dibuat berdasarkan prinsip AIDDA, langkah selanjutnya pada Pre-GPR adalah dengan melakukan screening CV para kandidat sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Baca juga:

GPR Session

Inilah beda metode rekrutmen karyawan GPR dengan metode rekrutmen lain. GPR session dilakukan dengan grup dan dibagi menjadi 3 sesi ABC. Ingat bahwa pebisnis bisa melakukan GPR session ini secara tatap muka atau via online.

Sesi pertama adalah A/bility yaitu sesi tes yang mana kandidat diberikan pertanyaan yang intinya adalah untuk melihat attitude dan aptitude para kandidat saat melakukan rekrut karyawan.

Sesi kedua adalah B/ehavior. Tujuan dari sesi B/ehavior untuk menilai behavior atau perilaku kandidat, oleh karena itu berikan beberapa pertanyaan kepada para kandidat dan nilai bagaimana cara mereka menjawabnya. Apakah kandidat tersebut proaktif, sopan, dan perilaku lainnya.

Sesi ketiga adalah C/haracter, sesi ini mirip dengan sesi B/ehavior bedanya adalah pada sesi C/haracter pertanyaan yang diajukan adalah untuk mengenal karakter para kandidat.

Post GPR

Jika GPR session dilakukan dalam grup, maka Post GPR adalah dengan 1-on-1 interview with truth serum. Tahap ketiga dari metode rekrutmen GPR ini hanya melibatkan kandidat yang lolos GPR session.

Interview ini sangat praktis dan powerful untuk dilakukan saat rekrut karyawan dan juga dilakukan oleh perusahaan besar dunia.

Bila saat GPR session lebih fokus ke dimensi soft skill, maka Post GPR lebih fokus ke dimensi hard skill. Pada truth serum ada 2 pertanyaan besar yang ditanyakan, yaitu truth serum tentang kehidupan sebelumnya dan truth serum tentang gaji sebelumnya.

Pertanyaan truth serum tentang kehidupan sebelumnya adalah seperti “Boleh ya nanti saat diskusi saya akan catat nama-nama penting, bila Anda lulus ke tahap final maka saya bisa hubungi untuk reference check mengenai Anda?”

“Sangat penting untuk melakukan truth serum kepada kandidat karena bisa saja kandidat berbohong saat interview perihal gaji sebelumnya dengan mengatakan gajinya lebih besar. Nah saat interview truth serum minta agar mereka membawa slip gaji sebagai referensi.” ujar Coach Yohanes G. Pauly.

3 tahap cara rekrut karyawan menggunakan metode rekrutmen GRATYO Power Recruitment (GPR) ini merupakan metode rekrutmen yang sangat tepat dilakukan oleh pebisnis untuk bisa mendapatkan karyawan yang ideal dan diidam-idamkan di bisnis.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *