Pos

Kebakaran Jenggot Karena Uang di Bisnis Bocor? Terapkan 2 Indikator Kinerja Keuangan Ini!

Indikator Kinerja Keuangan

Sering “kebakaran jenggot” karena keuangan bisnis bocor dan tidak jelas kemana omzet yang didapat? 2 indikator kinerja keuangan ini bikin keuangan bisnis Anda sehat dan bisa terproyeksikan dengan akurat!

“Kebakaran jenggot” atur uang

Anda pernah berpikir bahwa omzet yang Anda terima sepertinya banyak, tapi kenapa hampir setiap bulan harus “menambal” uang bisnis?

Atau ternyata keuntungan yang Anda dapatkan sangat jauh dibawah proyeksi yang telah Anda buat? Bahkan cash flow bisnis sering “tersendat” dan Anda terpaksa mencari bantuan karena cash yang didapat minus alias merugi?

Lalu bagaimana cara mengatasi masalah keuangan di bisnis ini? Bagaimana jika Anda sebagai pemilik bisnis tidak terlalu paham dengan bahasa finance saat mengatur keuangan bisnis?

2 Indikator Kinerja Keuangan

Untuk mengatasi masalah keuangan dan agar pemilik bisnis tidak lagi kebakaran jenggot, Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan bahwa pemilik bisnis harus mengerti dan menerapkan 2 indikator kinerja keuangan.

Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan bahwa 2 indikator tersebut adalah bahasa finance sederhana namun penting untuk dikuasai:

1. Profit & Loss (P&L) Forecast

Indikator kinerja keuangan pertama adalah dengan memproyeksikan laba dan rugi di periode selanjutnya.

Untuk mendapatkan proyeksi ini, pemilik bisnis harus melalui 4 langkah:

  • Siapkan P&L Forecast di periode sebelumnya. Jika Anda tidak punya atau baru memulai bisnis, maka lanjut ke langkah kedua.
  • Proyeksikan omzet atau laba bisnis. Disaat memproyeksikan omzet ini, perhatikan beberapa kemungkinan seperti kemungkinan meluncurkan produk baru, rencana kenaikan harga, atau kemungkinan lain.
  • Proyeksikan HPP penjualan dengan beberapa pertimbangan seperti kenaikan harga bahan baku, nilai tukar mata uang jika produk yang Anda jual adalah barang impor, atau kemungkinan lainnya.
  • Selanjutnya hitung berapa perkiraan biaya yang harus dikeluarkan. Misalnya biaya untuk marketing program, gaji karyawan, atau pengeluaran lain
  • Langkah terakhir adalah hitung perkiraan pendapatan atau biaya lain diluar bisnis, seperti bunga bank.

Baca juga:

2. Cash Flow Forecast

Indikator kinerja keuangan yang tak kalah pentingnya di bisnis adalah cash flow forecast. Yaitu memproyeksikan arus keuangan dan cash bisnis untuk periode selanjutnya.

Banyak pemilik bisnis yang kelabakan karena tidak membuat cash flow forecast karena tidak begitu memahami bagaimana langkah yang tepat dan akurat untuk membuat proyeksi ini.

Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan ada 6 langkah untuk membuat proyeksi cash flow bisnis:

  • Siapkan P&L Forecast di tahun yang akan diproyeksikan. Namun jika Anda belum memiliki P&L Forecast, lanjutkan ke langkah kedua.
  • Masukkan beginning cash atau keuangan awal bisnis. Beginning cash ini bisa dilihat dari ending cash atau saldo akhir bisnis di periode sebelumnya.
  • Proyeksikan cash in atau arus saldo masuk. Cash In ini bisa diproyeksikan dari P&L Forecast, pendapatan secara kredit, atau penerimaan saldo lainnya.
  • Proyeksikan cash out atau arus saldo keluar. Cash out bisa diproyeksikan dari P&L Forecast, pembayaran secara kredit, gaji & pajak yang harus dibayar, atau pengeluaran lainnya
  • Hitung perubahan cash dengan mengurangi total cash in dengan total cash out
  • Langkah terakhir adalah hitung ending cash dengan menambahkan atau mengurangkan beginning cash dengan total change in cash yang didapat dari langkah sebelumnya

2 indikator kinerja keuangan ini bisa diterapkan di semua jenis bisnis dan membantu pemilik bisnis agar keuangan bisnis sehat. Yuk terapkan di bisnis Anda!