Pos

5 Rahasia Scale-Up untuk Tingkatkan Penjualan Bisnis

Penjualan bisnis

Mau coba scale-up untuk meningkatkan penjualan bisnis? Tidak tahu strategi tepat untuk diterapkan? Perhatikan 5 rahasia ini agar tidak terjebak perang harga dengan kompetitor dan merugi!

Tingkatkan penjualan bisnis

Bukan rahasia umum jika salah satu solusi untuk meningkatkan penjualan di bisnis adalah dengan scale-up atau ekspansi dengan memperbanyak jumlah cabang bisnis.

Scale-up sendiri bisa dilakukan dengan banyak cara, seperti scale-up bisnis dengan memperbanyak cabang dari bisnis pertama, scale-up dengan jenis bisnis baru yang berbeda dengan bisnis sebelumnya, atau scale-up melebarkan sayap dari yang tadinya hanya tersedia di offline menjadi online atau sebaliknya

Harapannya adalah jika pemilik bisnis sudah scale-up dan punya banyak cabang bisnis, calon customer dan customer akan makin tertarik untuk membeli dan penjualan bisnis bisa makin meningkat.

5 rahasia scale-up

Sebelum pemilik bisnis melakukan scale-up, tentunya pemilik bisnis harus punya strategi tepat agar cabang bisnis yang dibuka bisa berkembang dan memberikan output seperti yang diharapkan.

Mengutip penjelasan dari Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly, ia menjelaskan bahwa ada 5 rahasia dalam melakukan scale-up agar tidak hanya menaikkan penjualan bisnis namun juga membawa bisnis ke level yang lebih tinggi:

1. Sistem yang praktis dan bisa diduplikasi

Ini adalah rahasia yang sangat krusial yang harus dimiliki dan diterapkan oleh seluruh pemilik bisnis, baik yang akan scale-up atau sedang scale-up.

“Siapa yang akan mengatur jalannya bisnis kalau di bisnis tidak ada sistem? Ujung-ujungnya pemilik bisnis yang jadi otak sekaligus mesin motor yang menggerakkan jalannya bisnis. Semua serba pemilik bisnis, akibatnya pemilik bisnis terjebak 24 jam di bisnisnya.” jelas Coach Yohanes G. Pauly.

Mengingat pentingnya sistem di bisnis, maka sebuah kewajiban bagi pemilik bisnis untuk membuat sebuah sistem yang nantinya bisa dijalankan oleh karyawan dan bisnis.

Jika pemilik bisnis belum punya sistem yang berjalan, maka jangan berpikir untuk scale-up dulu. Karena jika memaksakan untuk scale-up, pemilik bisnis malah akan kelimpungan karena bisnis hanya akan semakin menyedot waktu dan hidup Anda!

Salah satu rahasia membuat sistem yang berjalan dan bisa diduplikasi menurut Coach Yohanes G. Pauly adalah dengan melalui 8 langkah bangun sistem: SMARTER Business Goals, Business Strategy, Flowism, Organism, Mechanism, Quantification, Elimination, dan Automation.

2. Punya SuperTEAM dan sistem rekrut karyawan bagus

“2 aset terbesar di bisnis adalah great brand dan right people. Dengan right people, pemilik bisnis bisa membuat sebuah great brand dan membawa bisnis ke level yang lebih tinggi.” jelas Coach Yohanes G. Pauly.

Untuk bisa memiliki right people dan membangun SuperTEAM di bisnis, langkah awalnya adalah dengan merekrut karyawan yang tepat (right people), menempatkannya di posisi yang tepat (right place), dan di waktu yang tepat (right time).

Rahasia untuk bisa merekrut karyawan yang tepat adalah dengan menggunakan GRATYO Power Recruitment (GPR) yang digagas oleh Coach Yohanes G. Pauly.

Sistem rekrutmen ini menitikberatkan untuk menggali dimensi soft skill calon karyawan sehingga nantinya pemilik bisnis bisa mendapatkan karyawan yang tepat (right people), di waktu yang tepat (right time), dan di tempat yang tepat (right place).

Baca juga:

3. Strategi marketing dengan menjual emotional benefit

Ini adalah strategi penting untuk meningkatkan penjualan bisnis saat scale-up. Pemilik bisnis harus fokus ke emotional benefit dan berhenti menjual functional benefit.

Emotional benefit bertujuan untuk fokus ke sisi emosional dan menyentuh hati customer, sedangkan functional benefit hanya fokus pada kegunaan dan fungsi semata.

Penjualan bisnis akan meningkat dan tidak terjebak perang harga jika pemilik bisnis menerapkan emotional benefit ini di bisnis.

4. Kuasai digital marketing

Digital marketing terbukti bisa menjangkau calon customer dalam skala yang lebih luas dan waktu yang tidak terbatas. Pemilik bisnis yang menguasai digital marketing merupakan sebuah potensi yang besar karena bisa meningkatkan penjualan bisnis dan menjangkau calon customer yang tidak bisa dijangkau melalui strategi offline.

Dunia digital marketing ini tidak hanya dengan beriklan, pemilik bisnis bisa memanfaatkan dunia digital seperti sosial media dan website untuk mengenalkan cabang usahanya ke calon customer.

Menghasilkan dan memaksimalkan omzet Anda mau belajar strategi scale-up lebih lengkap dari pakarnya?

Hanya di Indonesia Business Conference, Anda bisa dapatkan seluruh rahasia sukses scale-up bersama Hermanto Tanoko, Founder of Tan Corp dan Forbes Top 50 Richest in Indonesia dan Coach Yohanes G. Pauly, Global Awards Winning Business Coach dan Founder GRATYO Group Companies.

Dapatkan info lengkapnya dengan klik disini!

Awas! 4 Kesalahan Saat Mengembangkan Usaha yang Harus Dihindari!

Mengembangkan Usaha

Berencana ekspansi bisnis untuk mengembangkan usaha? Hindari 4 kesalahan yang sering dilakukan oleh pemilik bisnis yang dijelaskan oleh Global Awards Winning Business Coach ini!

Kesalahan mengembangkan usaha

Pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh pemilik bisnis saat akan melakukan ekspansi untuk mengembangkan usaha adalah “Kapan saat yang tepat untuk ekspansi? Harus tunggu berapa lama supaya bisa ekspansi?”

Namun ternyata menurut Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly, ia menjelaskan bahwa disinilah kesalahan utama pemilik bisnis saat akan mengembangkan usaha.

Founder dan Master Coach di GRATYO® Practical Business Coaching itu melanjutkan bahwa mengembangkan usaha itu tidak ada hubungannya dengan berapa lama bisnis sudah berjalan, melainkan tentang seberapa stabil kondisi bisnis.

Banyak pemilik bisnis yang terlalu terburu-buru untuk mengembangkan bisnisnya padahal kondisi internal bisnis masih belum stabil. Akibatnya, usaha atau cabang yang baru dibuka tidak berjalan dengan maksimal dan ujung-ujungnya merugi.

Apa saja kesalahan lain yang harus dihindari oleh pemilik bisnis saat ingin ekspansi dan mengembangkan usaha? Yuk simak penjelasan lengkapnya!

1. Sistem hanya berpusat pada pemilik bisnis

Jika diibaratkan pencernaan pada tubuh manusia, sistem adalah yang mengatur bagaimana alur (flow) makanan akan dicerna, apa tanggung jawab dan tugas masing-masing organ, bagaimana ritme kerja antar organ, dan apa indikasi atau tanda bahwa organ tersebut bekerja dengan normal.

Kesalahan mengembangkan usaha yang sering menjebak pemilik bisnis adalah sistem di bisnis hanya ada di kepala si pemilik bisnis saja, tidak dipahami dan diterapkan oleh semua karyawan.

Sehingga disaat pemilik bisnis membuka cabang usaha baru, tidak ada sistem yang mengatur cabang tersebut. Pemilik bisnis terpaksa harus memilih akan fokus di cabang usaha yang mana dan perhatiannya terbelah.

Performa bisnis sangat buruk dan bahkan tidak sanggup bersaing melawan kompetitor dan ujung-ujungnya pemilik bisnis merugi.

2. Asal rekrut karyawan

Kesalahan kedua adalah pemilik bisnis tidak tahu cara rekrut karyawan yang benar sehingga karyawan yang direkrut untuk mengembangkan bisnis adalah asal-asalan.

“Sebagai salah satu aset paling penting di bisnis, karyawan yang direkrut haruslah orang-orang yang berkualitas dan memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.” ucap Coach Yohanes G. Pauly.

Pemilik bisnis harus memperbaiki cara mengembangkan bisnis yaitu dengan memperbaiki ke akar permasalahan, yaitu sistem rekrut yang tepat. Pemilik bisnis saat melakukan rekrut karyawan harus mempertimbangkan soft skill, tidak hanya hard skill semata.

Baca juga:

3. Terlalu menjual functional benefit

Kesalahan terbesar saat mengembangkan usaha yang sangat sering dijumpai adalah terlalu menjual functional benefit kepada calon customer.

Pemilik bisnis ingin agar usaha atau cabang barunya tersebut ramai dibeli oleh customer, sehingga ia hanya menjual apa saja kelebihan fungsional. Padahal seharusnya yang dilakukan oleh pemilik bisnis adalah dengan menjual kelebihan emosional yang menyentuh ke hati calon customer.

Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan bahwa kesalahan cara mengembangkan usaha dengan menjual functional benefit ini hanya akan membawa pemilik bisnis pada perang harga yang tidak berkehabisan.

4. Suntik dana melulu

Tujuan pemilik bisnis melakukan ekspansi salah satunya tentu untuk mendapatkan omzet yang besar.

Tapi bagaimana jadinya jika pemilik bisnis sudah bersusah payah untuk ekspansi, tapi ternyata harus suntik dana setiap bulannya? Dan ternyata penyebabnya adalah karena pemilik bisnis yang tidak tahu bagaimana cara untuk mengatur keuangan di bisnis!

Pemilik bisnis terlalu fokus dengan cara mengembangkan usaha di bidang marketing, tapi sering lupa dengan pentingnya pembukuan keuangan dan cash flow di bisnis. Padahal jika pembukuan keuangan dan cash flow tidak jelas dan berantakan, pemilik bisnis tidak akan bisa memproyeksikan kesehatan dan perencanaan masa depan bisnis.

Mau belajar strategi ekspansi dan mengembangkan usaha dari ahlinya? Yuk ikut Indonesia Business Conference bersama Hermanto Tanoko dan Coach Yohanes G. Pauly!

Klik disini untuk dapatkan info lengkapnya!

GRATYO Marketing Pyramid: Rahasia Strategi Marketing untuk Ekspansi Bisnis

Strategi marketing

Rahasia strategi marketing dari bisnis yang sukses ekspansi dan raup omzet berkali lipat, dengan terapkan strategi GRATYO Marketing Pyramid ini di bisnis Anda!

Strategi marketing untuk ekspansi bisnis

Jika Anda ingin ekspansi bisnis, salah satu yang harus Anda pikirkan adalah strategi marketing apa yang akan Anda terapkan agar cabang ekspansi ini bisa sukses dan bahkan melebihi bisnis sebelumnya.

Tanpa strategi marketing yang matang dan tepat, bisnis akan sepi customer, penjualan rendah, dan bahkan selalu terjebak perang harga dengan kompetitor.

Pertanyaannya, strategi marketing seperti apa yang sebaiknya dilakukan oleh pemilik bisnis yang akan melakukan ekspansi bisnis atau sedang melakukan ekspansi?

Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan agar ekspansi bisnis bisa berhasil dan diantri customer, pemilik bisnis bisa menggunakan strategi GRATYO® Marketing Pyramid:

1. Specific WHO

Yang pertama dari GRATYO® Marketing Pyramid adalah pemilik bisnis harus menentukan siapa target utama atau specific WHO yang akan disasar.

Kebanyakan pemilik bisnis jika ditanya siapa target utama bisnis, jawabannya adalah “semuanya!” padahal seharusnya ada kriteria yang menentukan siapa target bisnis.

Waktu, tenaga, dan uang yang pemilik bisnis miliki terbatas, apalagi jika pemilik bisnis tersebut sedang melakukan ekspansi. Waktu, tenaga, dan uang tersebut akan terbagi antara bisnis sebelumnya dengan bisnis yang akan dibuka.

Oleh karena itu, tentukan siapa target market yang sangat spesifik agar waktu, tenaga, dan uang bisa difokuskan ke target market tersebut.

Coach Yohanes G. Pauly mengibaratkan target spesifik atau specific WHO dengan menembak burung yang terbang dengan peluru terbatas. Tentunya dengan peluru terbatas tidak semua burung akan ditembak.

2. Relevant WHERE

Setelah mendapatkan who yang spesifik, langkah berikutnya yaitu relevant WHERE. Pemilik bisnis harus menentukan lokasi yang tepat untuk membuka cabang bisnis baru, menentukan dimana target market ini biasa berkumpul.

Ibaratkan seperti menembak burung tadi, pemilik bisnis sudah tahu jenis burung yang akan ditembak, bisa jadi jenis burung tersebut paling banyak ditemui di pohon X. Bila menembakkan peluru ke pohon tersebut, kemungkinan lebih banyak burung yang kena peluru.

“Kan kita sudah dapat target calon pembeli tertentu, selanjutnya kita harus tentukan dimana tempat yang paling banyak kita temui target pembeli tersebut. Sosial media apa yang lebih sering mereka gunakan? E-commerce apa yang lebih banyak mereka gunakan?” jelas Coach Yohanes G. Pauly.

Baca juga:

3. Beyond WHAT

Coach Yohanes G. Pauly yang juga Founder dan Master Coach di GRATYO® Practical Business Coaching menjelaskan bahwa dalam menjalankan strategi marketing tidak cukup hanya dengan menjual produk atau barang yang bagus saja.

Pemilik bisnis harus menjual beyond WHAT dengan menciptakan persepsi yang baik atas produk atau jasa dimata calon customer.

“Mulai dari harga Rp 100.000 bahkan lebih murah, kita sudah bisa membeli jam tangan yang fungsinya adalah untuk menunjukan waktu kan? Lalu kenapa ada jam tangan yang harganya bisa ratusan juta hingga miliaran padahal fungsinya sama dengan jam tangan Rp 100.000?” ujar Coach Yohanes G. Pauly.

Jawabannya adalah karena yang ditonjolkan bukan functional benefit melainkan emotional benefit yang menjual ke sisi emosional dan menyentuh hati customer.

Jam tangan seharga ratusan juta itu bisa bicara mengenai persepsi tentang nilai dan gaya hidup, sejarah, identitas diri atau kepribadian. Makanya harganya bisa jauh lebih tinggi daripada jam tangan yang hanya menjual functional benefit.” tutup Coach Yohanes G. Pauly.

Oleh karena itu, agar strategi marketing yang diterapkan saat ekspansi bisnis bisa mendatangkan banyak calon customer tanpa perang harga, pemilik bisnis harus mulai fokus dengan menjual emotional benefit dibandingkan functional benefit.

Ingin tahu 3 strategi marketing lain di GRATYO Marketing Pyramid untuk membuat bisnis Anda ramai diantri customer dan ekspansi bisnis makin berkembang?

Anda bisa pelajari seluruh rahasia ekspansi bisnis bersama Coach Yohanes G. Pauly mulai dari cara datangkan calon customer hingga membuat sistem yang jalan dan bisa diduplikasi di seluruh bisnis hanya di Indonesia Business Conference!

Dapatkan info selengkapnya dengan klik disini atau hubungi ke WA +62 817 1717 4545.

Ini Sistem Bisnis Perusahaan yang Telah Sukses Ekspansi!

sistem bisnis perusahaan

Anda punya banyak cabang bisnis tapi sistemnya tidak ada yang jalan? Kenapa tidak coba belajar dari sistem bisnis perusahaan yang telah sukses kembangkan banyak cabang di bisnis dan terapkan di bisnis Anda?

Sistem bisnis perusahaan sukses

Pernahkah terlintas pertanyaan di benak Anda bagaimana sistem yang diterapkan oleh perusahaan atau bisnis yang sudah punya banyak cabang? Apa yang perusahaan atau bisnis tersebut lakukan agar sistem bisa berjalan tanpa harus selalu diatur oleh pemilik bisnis atau CEO secara langsung?

Jika Anda juga punya banyak cabang bisnis, atau berniat untuk membuka cabang bisnis namun masih tidak tahu langkah atau strategi yang tepat untuk membuat sistem yang berjalan, yuk simak sistem bisnis perusahaan sukses dari Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly untuk dicoba terapkan di bisnis Anda!

1. Buat business flow yang jelas dan aplikatif

Langkah pertama yang menjadi kunci keberhasilan dari sistem bisnis perusahaan adalah ada business flow dan business process yang jelas dan berjalan di bisnis, yaitu dari ujung awal hingga ke ujung akhir bisnis.

Sangat penting bagi setiap bisnis untuk memiliki business flow yang jelas agar tidak terjadi miscommunication di internal bisnis sehingga bisa meminimalisir potensi terjadinya kesalahan.

2. Struktur organisasi yang tidak hanya di kertas

Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan sesudah membuat business flow yang berjalan di bisnis, pemilik bisnis harus menentukan siapa yang bertanggung jawab pada masing-masing flow dalam bentuk organization structure atau organization chart.

Banyak pemilik bisnis yang menganggap organization structure hanyalah formalitas saja. Padahal organization structure yang berantakan akan menyebabkan internal bisnis kacau karena tidak jelas siapa yang bertanggung jawab.

Poin penting dari organization chart adalah dengan organization chart yang benar dan sistematis, pemilik bisnis akan sadar bahwa sebenarnya ia punya banyak karyawan dan pekerjaan masing-masing karyawan tidak jelas harus apa. Atau ia akan sadar bahwa ternyata selama ini hampir seluruh pekerjaan ia yang kerjakan sendiri.

3. Mekanisme kerja antar divisi

Rahasia sistem bisnis perusahaan sukses adalah ada sebuah mechanism, yaitu setelah berhasil membuat flow di tubuh bisnis dan membuat team/divisi apa saja yang bertanggung jawab pada masing-masing flow, ada sebuah mekanisme kerjasama antar team sehingga menghasilkan proses yang sistematis.

Coba bayangkan jika antar team tidak memiliki ritme yang sesuai, pemilik bisnis akan kewalahan untuk mengurus seluruh cabang bisnisnya dan seluruh waktunya akan habis untuk mengurus masing-masing divisi saja.

Baca juga:

4. Punya rapor kerja karyawan

Jika sudah memiliki business flow, sudah menentukan tanggung jawab tiap team dan menentukan mekanisme kerja antar team, ini adalah salah satu langkah yang banyak pemilik bisnis tidak terapkan.

Alasan kenapa perusahaan atau bisnis makin sukses adalah karena punya sistem yang mengatur dan memonitoring kinerja karyawan. Bagaimana caranya? Yaitu dengan menggunakan Key Performance Indicator & Monitoring (KPIM).

Beda KPIM dengan Key Performance Indicator (KPI) adalah ada sistem monitoring dimana pemilik bisnis akan dapat melihat dengan mudah karyawan mana yang bekerja dengan baik dan mana yang performanya kurang baik. Bahkan pemilik bisnis juga akan bisa menilai dan membandingkan kinerja dari setiap karyawan dari berbagai divisi.

Inilah kenapa perusahaan dan bisnis bisa sukses, karena sistem bisnis perusahaan juga memberikan fokus pada penilaian kinerja karyawan. Pemilik bisnis bisa memantau sebagus apa kinerja karyawan dari setiap cabang bisnis dengan rapor karyawan ini.

5. Rambu dan laporan rutin

Setelah memiliki rapor karyawan dan tahu karyawan mana yang kinerjanya bagus, pemilik bisnis bisa mengetahui rambu-rambu kondisi bisnis berdasarkan laporan yang dibuat oleh karyawan.

Jika di laporan ternyata ada indikator yang menunjukan kondisi yang tidak baik, pemilik bisnis bisa cepat tanggap membuat langkah strategis yang harus dilakukan kedepannya.

Jika Anda ingin belajar rahasia membuat sistem untuk bisa ekspansi bisnis, ayo bergabung di Indonesia Business Conference yang akan membahas “5 Strategi Fundamental Ekspansi Bisnis yang Profitable, dan AUTO-PILOT”.

Belajar dan tanya jawab langsung dengan Hermanto Tanoko, Top 50 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes. Workshop dan di-coaching langsung oleh Coach Yohanes G. Pauly, Global Awards Winning Business Coach.

Klik disini untuk info lengkapnya!

4 Strategi Meningkatkan Omset Penjualan Saat Lakukan Ekspansi Bisnis

Meningkatkan Omset penjualan

Ekspansi Bisnis sudah berjalan berbulan-bulan, tapi omset penjualan masih segitu-segitu saja? Yuk terapkan 4 strategi meningkatkan omset penjualan ini di bisnis Anda!

4 Strategi meningkatkan omset penjualan

Setuju kan ya kalau salah satu tujuan membangun dan ekspansi bisnis adalah untuk mendapatkan omset yang besar?

Namun bagaimana jadinya jika bisnis yang sudah dibangun hingga bertahun-tahun omsetnya tidak makin meningkat? Parahnya lagi, bisnis tersebut sudah ekspansi ke beberapa cabang dan tidak ada peningkatan yang berarti!

Mengutip penjelasan dari Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly, ia mengatakan bahwa salah satu langkah untuk meningkatkan omset penjualan adalah dengan menerapkan 4 strategi ini:

1. Leads Generation

Strategi leads generation ini bertujuan agar lebih banyak calon customer yang tahu, datang, dan antri beli di bisnis.

Salah satu penerapan dari leads generation untuk meningkatkan omset penjualan adalah dengan membuat iklan dengan prinsip AIDODA, yaitu Attention, Interest, Desire, Dance with Objection, dan Action.

Yang membedakan iklan AIDODA dengan iklan-iklan lain adalah adanya dance with objection. Maksudnya adalah pemilik bisnis menuliskan jawaban atas pertanyaan atau keraguan yang muncul di benak calon customer saat melihat iklan.

Dengan menerapkan iklan yang AIDODA, kemungkinan calon customer tertarik untuk membeli makin besar dan omset pun juga makin bertambah.

2. Conversion rate

Untuk bisa meningkatkan omset penjualan, pemilik bisnis harus bisa mengkonversi calon customer menjadi customer sebanyak mungkin.

Bisnis yang sedang ekspansi harus bisa menerapkan dan menghitung seberapa besar angka conversion rate di bisnis. Tujuannya supaya diakhir periode tertentu, pemilik bisnis bisa menentukan strategi marketing mana yang punya conversion rate tinggi dan bagus untuk diterapkan di bisnis dan mana yang tidak.

3. Revenue/transaction

Pemilik bisnis tentu senang jika calon customer sudah menjadi customer, padahal ada yang lebih penting lagi dilakukan, yaitu setiap kali customer membeli produk atau jasa, maka customer akan membeli lebih banyak lagi di setiap transaksinya. Strategi ini sangat efektif untuk  meningkatkan omset penjualan.

Salah satu strategi yang bisa diaplikasikan adalah strategi up-sell, atau menjual lebih banyak. Misalnya di sebuah bisnis minuman, setiap customer membeli americano, kasir akan bertanya sesuai dengan script yang disetujui seperti “Americano-nya mau di-upsize ke ukuran large, Pak? Cukup tambah 4.000 saja.”

Baca juga:

4. Repeat/customer

Anda tentunya mau punya customer yang loyal dan selalu kembali membeli di bisnis Anda kan ya?

Ada banyak langkah yang bisa dilakukan agar customer loyal ke bisnis. Contoh sederhananya saja dengan membuat sebuah birthday voucher, yaitu voucher dengan harga spesial bagi customer yang sedang berulang tahun.

Voucher ini memang tidak bisa membuat customer kembali lebih sering, namun strategi ini tentunya bisa menarik hati customer Anda karena menimbulkan persepsi bahwa Anda ingat dan menghargai seluruh customer yang membeli di bisnis.

Mau belajar strategi marketing lebih lengkapnya untuk meningkatkan omset penjualan di cabang ekspansi bisnis Anda?

Anda bisa belajar dan tanya jawab langsung dengan Hermanto Tanoko, Top 50 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes. Workshop dan di-coaching langsung oleh Coach Yohanes G. Pauly, Global Awards Winning Business Coach.

Klik disini untuk dapatkan info lengkapnya!

Indonesia Business Conference Hadirkan Hermanto Tanoko Bahas Strategi Ekspansi Bisnis

Business Conference

Ini rahasia ekspansi bisnis para Entrepreneur sukses! Kesempatan belajar dan tanya jawab langsung tentang ekspansi bisnis di Indonesia Business Conference bersama Hermanto Tanoko, Top 50 orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes dan Coach Yohanes G. Pauly, Global Award Winning Business Coach.

5 kesalahan ekspansi bisnis

Apa saja faktor yang harus diperhatikan saat ekspansi dan apa yang harus dihindari agar ekspansi dan cabang bisnis baru tidak mengalami kerugian?

Jika Anda sering menanyakan hal serupa, Anda punya pertanyaan yang sama seperti ribuan pemilik bisnis lainnya. Tentunya saat melakukan ekspansi, Anda sebagai pemilik bisnis ingin meminimalisir kesalahan agar waktu, tenaga, dan uang tidak terbuang percuma.

Yuk hindari 5 kesalahan saat melakukan ekspansi agar bisnis Anda bisa makin berkembang!

1. Sistem tidak bisa diduplikasi ke seluruh bisnis

Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pemilik bisnis adalah tidak punya sistem yang berjalan dan mengatur keseluruhan bisnis.

Sistem di bisnis merupakan sebuah kebutuhan yang sangat krusial. Karena tanpa ada sistem yang mengatur, bisnis tidak akan bisa beroperasi dengan semestinya.

Ibaratkan pada pencernaan tubuh manusia, jika tidak ada sistem yang mengatur, makanan yang masuk ke mulut bisa tidak sampai ke lambung.

2. Karyawan ala kadarnya

Ini yang paling sering dilupakan oleh pemilik bisnis, yaitu punya karyawan bagus dan berkualitas agar bisa membentuk SuperTEAM di bisnis.

Salah satu faktor yang berperan besar dalam membangun SuperTEAM adalah merekrut orang yang tepat, di posisi yang tepat, dan di waktu yang tepat pula.

3. Dapatkan customer dengan perang harga

Di awal ekspansi, biasanya strategi marketing paling umum yang dilakukan oleh pemilik bisnis untuk bisa menarik calon customer adalah dengan menawarkan harga yang lebih murah dari kompetitor.

Dalam jangka waktu pendek, strategi ini efektif untuk mendatangkan customer, tapi bagaimana dengan jangka panjang? Strategi ini malah akan membuat seluruh cabang bisnis rugi karena uang yang didapat bahkan tidak mencukupi biaya operasional. Pemilik bisnis harus punya strategi marketing yang efektif bisa mendatangkan banyak customer di cabang dan bisnis manapun tanpa harus perang harga dengan kompetitor.

Baca juga:

4. Lebih besar pasak daripada tiang

Tujuan utama mau ekspansi bisnis pasti untuk mendapatkan omzet dan profit yang lebih besar tentunya kan? Tapi sering kali pemilik bisnis karena tidak tahu strategi marketing yang bisa membuat customer menyerbu setiap bisnis nya untuk beli, juga sering sekali tidak punya strategi jitu untuk meningkatkan omzet di bisnisnya. Alhasil? Biaya operasional justru menggerogoti omzet yang tidak seperti harapan awal.

5. Tidak berani masuk dunia digital

Di masa serba digital ini, sudah sebuah keharusan bagi bisnis untuk hadir dan menjangkau calon customer melalui dunia digital.

Banyak pemilik bisnis yang tidak memanfaatkan dunia digital marketing karena beranggapan bahwa digital marketing harus mengeluarkan biaya yang besar. Padahal pemilik bisnis bisa menggunakan konten organik untuk menarik calon customer.

Indonesia Business Conference bersama Hermanto Tanoko

Anda tentunya tidak mau 5 kesalahan itu terjadi saat sedang melakukan ekspansi bukan?

Pelajari strategi dan rahasia untuk bisa ekspansi bisnis hingga bisa Profitable, dan AUTO-PILOT dari Entrepreneur sukses di Indonesia Business Conference bersama Hermanto Tanoko dan Coach Yohanes G. Pauly.

Masuk dalam Forbes Top 50 Richest in Indonesia versi majalah Forbes, Hermanto Tanoko adalah Founder dari Tancorp, grup yang membawahi sebanyak 92 perusahaan dan 300 lebih brand dari berbagai industri berbeda seperti Cat Avian, air minum Cleo, dan Vasa Hotel.

Sedangkan Coach Yohanes G. Pauly adalah Founder dari GRATYO Group, company group yang memimpin banyak perusahaan salah satunya adalah GRATYO Practical Business Coaching.

GRATYO Practical Business Coaching merupakan business coaching yang fokus untuk membantu pemilik bisnis dan calon Entrepreneur membangun bisnis yang Profitable dan AUTO-PILOT.

Di Indonesia Business Conference, Hermanto Tanoko dan Coach Yohanes G. Pauly akan membantu pemilik bisnis secara praktikal dan memberikan kesempatan untuk tanya jawab langsung seputar bisnis.

Indonesia Business Conference yang membagikan 5 strategi fundamental bangun ekspansi bisnisyang Profitable, dan AUTO-PILOT ini merupakan event yang diselenggarakan satu kali dalam 1 tahun dan sangat dinanti-nanti, terbukti dengan tingginya jumlah pemilik bisnis yang bergabung.

Kalau Anda mau belajar cara ekspansi bisnis, ini saat yang tepat!

Dapatkan informasi lengkap tentang Indonesia Business Conference dan tanya jawab dengan Hermanto Tanoko dan Coach Yohanes G. Pauly dengan klik disini.

Pernah Coba Ekspansi Bisnis Tapi Gagal? Jangan-Jangan Anda Lakukan 5 Kesalahan ini!

ekspansi bisnis

Anda berencana untuk ekspansi bisnis? Tengah melakukan ekspansi namun “jalan di tempat” dan tidak memberikan hasil yang signifikan? Atau pernah mencoba ekspansi namun gagal dan rugi? Jangan-jangan Anda melakukan 5 kesalahan ini!

Ekspansi bisnis tapi…

Agar bisnis makin sukses dan berkembang, salah satu usaha yang dilakukan oleh banyak pemilik bisnis adalah dengan melakukan ekspansi bisnis.

Ekspansi bisnis ini bisa dalam berupa membuka cabang bisnis baru, atau dengan membuat bisnis dengan jenis industri yang berbeda dengan bisnis sebelumnya.

Banyak pemilik bisnis yang bermimpi untuk bisa melakukan ekspansi, namun kenyataannya sangat sedikit yang berhasil dan bisa sukses.

Hambatan yang dihadapi oleh pemilik bisnis saat ekspansi seperti selalu terjebak perang harga dengan kompetitor, tidak punya waktu untuk mengurus seluruh cabang bisnis sehingga bisnis performanya merosot, karyawan kinerjanya jelek, dan omzet tidak sebesar yang diharapkan.

Dan tidak jarang pemilik bisnis tersebut terpaksa untuk menutup cabang bisnis yang baru seumur jagung tersebut karena tidak sanggup untuk mengawasi dan mengembangkannya.

5 kesalahan ekspansi bisnis

Apa yang menjadi penyebab utama kenapa banyak ekspansi bisnis yang gagal? Apa yang harus dilakukan oleh pemilik bisnis yang baru akan memulai ekspansi? Apa pelajaran yang harus diperhatikan oleh pemilik bisnis yang sudah pernah ekspansi namun gagal?

Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan bahwa salah satu rahasia untuk bisa sukses ekspansi bisnis adalah dengan menghindari 5 kesalahan yang sering tidak disadari oleh pemilik bisnis.

5 kesalahan ini berdampak fatal ke bisnis dan mengguncang kestabilan bisnis hingga bahkan membuat bisnis bisa gulung tikar

1. Tidak punya sistem praktis yang bisa diduplikasi ke seluruh bisnis

Kesalahan pertama dan yang paling banyak dilakukan atau tidak dimiliki oleh pemilik bisnis adalah tidak punya system praktis yang bisa berjalan untuk mengatur keseluruhan bisnis

Pertanyaan pertama pemilik bisnis saat akan memulai ekspansi bisnis biasanya adalah “Kapan waktu yang tepat untuk ekspansi? Bisnis yang sudah berapa lama jalan yang bisa ekspansi?”

“Padahal sebenarnya yang harus dipikirkan oleh pemilik bisnis adalah sudahkah bisnisnya punya sistem praktis yang terbukti bisa berjalan untuk mengatur bisnis? Jika jawabannya adalah tidak, maka tidak peduli sudah 5 atau 10 tahun bisnis berjalan, jangan dulu berpikir untuk ekspansi.” jelas Coach Yohanes G. Pauly.

2. Karyawan ala kadarnya

Ini yang paling sering dilupakan oleh pemilik bisnis, yaitu punya karyawan bagus dan berkualitas agar bisa membentuk SuperTEAM di bisnis.

Sebagai salah satu aset yang paling berharga di bisnis, banyak pemilik bisnis yang tidak tahu bagaimana cara mendapatkan karyawan yang berkualitas.

Mulai dari sistem rekrut karyawan, pemilik bisnis tidak tahu bagaimana cara agar calon karyawan bagus mau melamar di bisnis hingga cara agar karyawan yang direkrut sesuai dengan harapan.

Akibatnya, karyawan yang bekerja adalah karyawan yang jauh dari kualitas dan standar, sehingga menghambat perkembangan bisnis karena pemilik bisnis harus bekerja ekstra untuk mengawasi seluruh cabang bisnis.

Baca juga:

3. “Perang harga” menjadi satu-satunya cara mendapatkan omzet di Bisnis

Disaat pemilik bisnis akan melakukan ekspansi bisnis atau di bulan-bulan awal ekspansi, cara umum yang dilakukan oleh pemilik bisnis untuk bisa menarik calon customer dan mendapatkan omzet adalah dengan perang harga.

Dalam jangka waktu pendek, cara ini memang bisa dipakai untuk mendatangkan customer, tapi bagaimana dengan jangka panjang? Strategi ini malah akan membuat seluruh cabang bisnis rugi karena omzet yang didapat bahkan tidak mencukupi biaya operasional.

4. Tidak berani masuk dunia digital

Di masa serba digital ini, sudah sebuah keharusan bagi bisnis untuk hadir dan menjangkau calon customer melalui dunia digital.

Menggunakan dunia digital terutama digital marketing bukan berarti pemilik bisnis harus beriklan hingga ratusan juta. Salah satu langkah pertama dan paling mudah diterapkan oleh seluruh bisnis contohnya adalah dengan memastikan Bisnis Anda ‘ada’ dulu di dunia digital saat calon customer Anda itu mencari produk/jasa yang Anda jual di internet.

5. Sistem keuangan yang campur aduk

Tujuan untuk ekspansi bisnis salah satunya untuk meningkatkan omzet bisnis kan ya?

Bagaimana pemilik bisnis bisa tahu seberapa banyak omzet yang diterima masing-masing cabang bisnis kalau penghitungannya tidak jelas? Bagaimana mau membuat perencanaan masa depan bisnis kalau keuangan bisnisnya saja tidak jelas?

Mau kupas lebih dalam lagi tentang strategi ekspansi bisnis langsung dari pakarnya?

Yuk pelajari langsung 5 strategi ekspansi bisnis yang Profitable & AUTO-PILOT dari top 50 orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, Hermanto Tanoko dan Global Awards Winning Business Coach, Yohanes G. Pauly di Indonesia Business Conference 2021!

Klik disini untuk info lebih lengkap!