Pos

2 Jebakan Berbahaya Bagi Pemilik Bisnis di 2017

Jebakan Berbahaya bagi Pemilik Bisnis
Jebakan Berbahaya bagi Pemilik Bisnis.

Sebuah survei mengejutkan dilakukan oleh Michael E. Gerber, penulis buku bisnis top dunia. Ia mengatakan bahwa ternyata 80 persen bisnis bangkrut di lima tahun pertama dan 96 persen bisnis bangkrut di 10 tahun pertama. Artinya hanya 4 persen bisnis yang bertahan dalam 10 tahun pertama.

Ternyata, ada dua jebakan berbahaya buat pemilik bisnis yang bisa menyebabkan itu terjadi. Sebagai seorang entrepreneurs yang ingin terus mengembangkan bisnisnya, tentunya Anda ingin tahu apa saja jebakan berbahaya bagi bisnis Anda di tahun 2017.

Tahukah Anda apa penyebab kegagalan itu? Ternyata akar penyebabnya adalah banyak dari pemilik bisnis yang stressed out hingga akhirnya burned out.

Hal tersebut bisa terjadi karena untuk menjadi seorang entrepreneur, ada tiga tangga yang harus dilalui dan dua di antaranya adalah jebakan yang mengerikan. Jebakan ini seringkali tidak disadari oleh banyak Pemilik Bisnis. Jangan-jangan Anda juga belum tahu?

Jebakan pertama adalah Business Operator. Banyak dari Anda berpikir bahwa dengan memiliki Bisnis, maka Anda sudah menjadi seorang entrepeneur, ternyata belum. Walau punya karyawan, tetapi semuanya masih harus Anda yang kerjakan dari pagi hingga siang bahkan malam hari.

Selain itu, ada hubungan erat antara kesehatan dan profit dalam bisnis. Jika Anda sehat dan semangat, maka omzet dan profit bisnis luar biasa bagus. Namun, jika Anda sakit dan lemas, maka omzet dan profit bisnis pun ikut lemas.

Apabila Anda merupakan karyawan yang paling bekerja keras dalam bisnis tersebut, bahkan terlalu sibuk sehingga tidak punya waktu untuk keluarga, bisa jadi Anda menunjukan gejala bekerja INSIDE the business.

Lalu Anda pun masuk ke jebakan kedua sebagai Business Manager. Di titik ini, Anda merasa makan hati dengan karyawan yang ada. Lalu Anda berani bayar lebih mahal untuk karyawan yang levelnya lebih tinggi, seperti supervisor atau manager.

Namun, ternyata semuanya masih harus Anda sendiri yang mendorong, barulah mereka bergerak seperti yang Anda minta. Bahkan lebih parahnya lagi, bisa-bisa tetap masih harus Anda yang kerjakan. Jika demikian, Anda bekerja IN the business.

Ternyata untuk menjadi entrepreneur yang sesungguhnya, ada sebuah tembok yang sangat tebal yang harus Anda tembus, barulah bisa menjadi the real entrepreneur.

Setelah berhasil menembus tembok tersebut, barulah di sini Anda menjadi Business Owner. Anda membangun setiap pilar atau fondasi penting di bisnis Anda yaitu “4 Kaki Meja Bangun Bisnis Profitable & AUTO-PILOT™” sehingga Anda bekerja ON the business.

Diibaratkan sebuah meja, tentunya memiliki kaki-kaki meja, meja, dan alas meja yang berfungsi masing-masing, barulah meja tersebut menjadi sebuah sebuah meja yang kokoh. Begitu pula dengan bisnis.

Artinya, sudah ada divisi-divisi dan sistem dalam bisnis yang tepat dan praktis sehingga tidak perlu semuanya Anda yang kerjakan. Anda benar-benar menjadi seorang entrepreneur.

Jadi, akar penyebab kenapa banyak pemilik bisnis yang belum menjadi entrepreneur sesungguhnya adalah karena terjebak di dua tangga pertama untuk menjadi entrepreneur sejati, sehingga akhirnya terlalu sibuk di bisnis.

Demikianlah sharing singkat dari Business Coach yang mencapai Peringkat No. 1 di Tingkat Dunia, Coach Yohanes G. Pauly dari Gratyo.com di GRATYO® Entrepreneurs Gathering yang dihadiri oleh ratusan entrepreneurs dari seluruh Indonesia.

GRATYO® yang berkantor pusat di Jakarta telah merambah ke berbagai kota-kota besar di Indonesia, seperti Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, dan masih akan terus ke kota-kota lainnya bahkan dunia. Tujuannya ingin terus membantu para pemilik bisnis agar punya bisnis yang Profitable & AUTO-PILOT, yang artinya bisnisnya menguntungkan dan bisa berjalan sendiri tanpa harus selalu ada Bemilik Bisnis di dalamnya.

Jika Anda merasa sulit mencari customer dan terjebak perang harga, merasa waktu habis tersedot untuk bisnis, atau sulit mencari karyawan yang bagus? Anda bisa mengikuti strategi bangun bisnis Profitable & AUTO-PILOT di Gratyo.com dan YohanesGPauly.com. “Kalau Anda tahu cara praktisnya, Business is FUN!” ujar Coach Yohanes G. Pauly.

3 Skill Ini Harus Dimiliki Top Entrepreneurs di 2018-2028

Skill Ini Harus Dimiliki Top Entrepreneurs - Gratyo.com

Dunia terus berubah, apalagi dengan revolusi internet, sekarang ini perusahaan taksi terbesar di dunia tidak punya 1 mobil taksi pun (Uber), perusahaan hotel terbesar di dunia tidak punya 1 kamar hotel pun (Air BnB).

Belajar dari top Entrepreneur terkaya di dunia seperti Mark Zuckerberg sang pemilik Facebook, Bill Gates sang pemilik Microsoft, atau Amancio Ortega sang pemilik Zara (orang terkaya No. 1 dunia), mereka memiliki satu kesamaan, yaitu menguasai 3 skill penting yang harus dimiliki oleh Entrepreneur, yaitu Marketing & Branding, membangun Sistem dan Automation, juga menguasai bahkan mengubah internet dan digital marketing.

Bicara mengenai skill Marketing & Branding, maka pertanyaannya apakah selama ini bisnis Anda sulit cari customer dan bahkan selalu perang harga dengan kompetitor? Atau bisnis Anda belum sebesar yang Anda mau? Solusinya adalah dengan menguasai satu hal yang paling penting di bisnis, yaitu Marketing & Branding yang akan membuat bisnis Anda diantri customer terus menerus sehingga bisnis akan memiliki bahan bakar (energy & money) untuk bisa berkembang lebih besar lagi.

Bicara mengenai skill Bangun Sistem & Automation, apakah selama bangun bisnis waktu Anda tersedot di bisnis? Bisnis Anda tidak bisa berjalan tanpa ada Anda di dalamnya? Maka Anda harus step by step bangun sistem praktis yang benar-benar jalan di bisnis Anda supaya ada atau tidak ada Anda, bisnis bisa berjalan sendiri bahkan bisa berkembang jauh lebih besar dibandingkan saat ada Anda di dalamnya.

Bicara mengenai skill Internet & Digital Marketing, apa yang akan terjadi jika customer Anda, baik itu business to customer (B2C), business to business (B2B), bahkan business to government (B2G), mencari lalu membandingkan dan bahkan membeli produk atau jasa secara online melalui internet, sedangkan produk atau jasa Anda tidak ada di dalamnya? Karena daya beli customer saat ini sudah bergeser atau berubah ke dunia internet, maka Anda harus secara praktis menguasai dunia internet melalui digital marketing, kalau Anda tidak mau bisnis Anda punah.