Cara berbisnis yang baik

Cara Berbisnis yang Baik Agar Terhindar dari Tangga Jebakan Entrepreneur

Cara berbisnis yang baik

Ini cara berbisnis yang baik yang harus diterapkan oleh pemilik bisnis agar waktu tidak habis di bisnis dan terhindar dari tangga jebakan entrepreneur sehingga bisnis bisa AUTO-PILOT!

Habis 24 jam di bisnis

Pemilik bisnis, dulu saat awal bangun bisnis, mimpinya pasti supaya bisnis bisa menghasilkan omzet yang banyak dan karyawan yang bekerja dengan optimal sehingga bisa punya waktu bersama keluarga.

Namun sayangnya dari sekian banyak pemilik bisnis, sedikit diantara mereka yang bisa mencapai impian tersebut. Kebanyakan malah terjebak 24 jam di bisnis, tidak bisa meninggalkan bisnis karena sistem yang tidak jalan, karyawan yang kinerjanya jelek sehingga pemilik bisnis terpaksa mengerjakan ulang pekerjaan tersebut.

Akibatnya seluruh waktu pemilik bisnis tersedot untuk bisnis dan tidak punya waktu bersama keluarga maupun diri sendiri.

Bukan cara berbisnis yang baik

Penyebab pemilik bisnis gagal mencapai impiannya disebabkan karena tidak menerapkan cara berbisnis yang baik dan tepat sehingga menyebabkan pemilik bisnis malah terjebak di bisnisnya sendiri.

Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan bahwa jika pemilik bisnis menerapkan cara berbisnis yang baik dan tepat di bisnisnya, maka bisnis tersebut pastinya akan AUTO-PILOT dan pemilik bisnis bisa mencapai tangga entrepreneur sejati.

Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan, untuk mencapai tangga entrepreneur sejati, pemilik bisnis harus menghindari 2 tangga jebakan yang sering tidak disadari pemilik bisnis:

Tangga 1: Business Operator

Tangga 1 merupakan tangga jebakan yaitu business operator atau operator bisnis. Maksudnya adalah kondisi dimana pemilik bisnis berpikir sudah menjadi entrepreneur sejati padahal sebenarnya tidak, tapi malahan bekerja inside the business. Walaupun pemilik bisnis memiliki karyawan namun hampir seluruh pekerjaan masih dikerjakan oleh si pemilik bisnis.

Pemilik bisnis yang terjebak dalam tangga jebakan 1: business operator memiliki gejala:

  • Pemilik bisnis adalah sistem didalam bisnis
  • Pemilik bisnis terpaksa harus bekerja 2 shift dalam sehari
  • Pemilik bisnis masih harus curi-curi kerja di weekend
  • Ada hubungan langsung antara kesehatan pemilik bisnis dengan profit di bisnis.

“Jika pemilik bisnis tidak menerapkan cara berbisnis yang baik dan tepat di bisnisnya, sangat besar kemungkinan pemilik bisnis akan terjebak di tangga pertama ini.” ucap Coach Yohanes G. Pauly.

Baca juga:

Tangga 2: Business Manager

Merupakan tangga jebakan kedua dimana pemilik bisnis bekerja in the business karena sudah berani merekrut mahal untuk karyawan yang levelnya lebih tinggi, seperti supervisor atau manager, namun ternyata kinerja karyawan dengan level tinggi ini tidak bagus dan tetap harus didorong dahulu untuk bekerja, tidak memiliki inisiatif sendiri.

3 gejala pemilik bisnis terjebak di tangga jebakan 2:

  • Pemilik bisnis semakin jarang memiliki waktu bersama keluarga
  • Pemilik bisnis mengerjakan seluruh pekerjaan karena supervisor/manager yang direkrut tidak bekerja bagus
  • Pemilik bisnis tidak memiliki waktu untuk liburan

Seperti halnya tangga jebakan pertama, pemilik bisnis menganggap bahwa dengan merekrut karyawan dengan level yang lebih tinggi akan menyelesaikan masalah dan membawa bisnis AUTO-PILOT.

Padahal ini bukanlah cara berbisnis yang baik karena pemilik bisnis tidak menyelesaikan masalah dari akar permasalahannya.

Tangga 3: Business Owner

Seorang entrepreneur sejati berada pada tangga ketiga ini, ibarat seorang kapten kapal dimana posisinya adalah diatas kapal dan melihat hal-hal yang strategis.

Kapten kapal dapat melihat seberapa dekat posisi kapal dengan tujuannya. Kapten kapal dapat melihat gelombang-gelombang laut dari jauh, sehingga dapat mengantisipasi masalah yang mungkin saja akan terjadi.

Pemilik bisnis yang menerapkan cara berbisnis yang benar akan berada di tangga ketiga ini dan menjadi entrepreneur sejati.

Yuk simak pembahasan lengkap dari Coach Yohanes G. Pauly dengan klik disini

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *