business coach

Business Coach Kelas Dunia Ungkap Pentingnya Coaching di Bisnis

business coach

Anda pemilik bisnis dan pernah dengar tentang coaching yang bantu entrepreneur bangun bisnis Profitable dan AUTO-PILOT? Yuk simak apa coaching yang sebenarnya dari Business Coach kelas dunia Coach Yohanes G. Pauly!

Apa itu coaching?

Salah satu entrepreneur terkenal di dunia, Bill Gates, pernah membagikan besarnya peran coaching dan Coach dalam hidupnya.

Kutipannya yang terkenal adalah “Everyone needs a Coach. It doesn’t matter whether you’re a basketball player, a tennis player, a gymnast, or a bridge player. We all need people who will gives us feedback, that’s how we improve.”.

Lalu apa sebenarnya coaching? Apa fungsi Coach terutama di bisnis? Kenapa Bill Gates dan banyak pebisnis terkenal di dunia lainnya memiliki seorang Coach?

Menurut Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly, kata Coach sendiri berasal dari bahasa Perancis yang berarti sebuah alat atau kereta kuda untuk memindahkan orang dari titik A ke titik B.

“Jika dimasukkan dalam bisnis, Business Coach bermakna seseorang yang akan membantu Anda untuk pindah dari titik A dimana bisnis tidak profitable dan sangat terikat dengan bisnis sehingga tidak memiliki waktu dengan keluarga ke titik B yang merupakan titik bisnis profitable dan bisa memiliki waktu bebas bersama keluarga.” ujar Coach Yohanes G. Pauly.

Peran Business Coach dalam Bisnis

Lalu bagaimana peran Business Coach dalam membantu pebisnis?

Coach Yohanes G. Pauly menekankan bahwa Business Coach haruslah seseorang dengan pengalaman dan skill di bisnis serta mampu mengeluarkan potensi dari pemilik bisnis hingga akhirnya pemilik bisnis bisa melakukan action untuk mencapai tujuan mereka.

Business Coach adalah orang yang berada di luar bisnis sehingga ia bisa menemukan kelemahan dan kesalahan yang tidak disadari oleh si pemilik bisnis dan kemudian akan memberikan saran dan masukan dari sisi yang tidak terlihat (blind spot) oleh pemilik bisnis.

Baca juga:

Ibaratkan dua orang yang mau membuat kue, orang pertama membuat kue dengan mencoba seluruh resep yang dimilikinya tanpa mengetahui takaran dan langkah–langkah untuk membuat kue. Kue pertama gagal dan tidak berbentuk. Sedangkan orang kedua membuat kue dengan membeli resep bahkan belajar langsung dari si pembuat resep. Hasilnya kue yang dibuat berhasil dan rasa kuenya sangat enak.

Apa yang berbeda? Orang kedua membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang lebih sedikit untuk berhasil. Orang kedua mendapatkan banyak ilmu karena belajar dari resep bahkan dari si pembuat resepnya langsung.

“Belajar dari pengalaman sendiri memang bagus, namun berapa banyak waktu, tenaga dan biaya yang harus dikorbankan? Belum lagi keterbatasan untuk melihat blind spot sendiri?” tutup Coach Yohanes G. Pauly.

Ingin tahu lebih lanjut tentang business coaching? Yuk klik disini!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *