cara meningkatkan omset penjualan

Strategi ABCD, Cara Meningkatkan Omset Penjualan yang Efektif di Bulan Ramadhan!

cara meningkatkan omset penjualan

Sudah masuk bulan Ramadhan, tapi Anda tidak tahu bagaimana cara meningkatkan omset penjualan yang efektif di bisnis? Omset bukannya meningkat tapi malah “jalan di tempat” bahkan merosot turun? Yuk terapkan strategi ABCD ini di bisnis Anda supaya omset penjualan meningkat di bulan Ramadhan!

Cara meningkatkan omset penjualan di bulan Ramadhan

Targetnya omset penjualan meningkat di bulan Ramadhan, tapi kok yang terjadi malah sebaliknya? Yuk perbaiki strategi dan cara meningkatkan penjualan yang Anda terapkan di bisnis dengan menerapkan strategi ABCD customer!

Master Coach dari pusat pelatihan bisnis GRATYO Practical Business Coaching, Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan bahwa salah satu cara efektif untuk meningkatkan omset penjualan terutama di bulan Ramadhan ini adalah dengan menerapkan strategi ABCD customer.

“Anda harus mengelompokkan setiap customer yang beli di Bisnis agar bisa melakukan pendekatan yang lebih tepat. Karena jika Anda melakukan pendekatan yang salah, Anda hanya akan menghabiskan waktu dan tenaga, serta berdampak pada omset penjualan.” ucap Coach Yohanes G. Pauly.

Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan cara meningkatkan omset penjualan dengan strategi ABCD customer dalam 3 langkah:

1. Grouping your current customer

“Langkah pertama mulailah dengan mengelompokkan customer Anda menjadi ABCD.” ucap Coach Yohanes G. Pauly.

Group A adalah customer yang awesome atau asyik, yang membeli dengan jumlah yang banyak, tidak menawar, dan pembayaran sangat on time.

Group B adalah customer yang basic atau biasa, yang membeli dengan jumlah rata-rata, menawar secara manusiawi, dan pembayarannya mundur hanya beberapa hari dari yang dijanjikan.

Group C adalah customer yang critical atau Capek Deh! yang membeli sedikit, menawar dengan tidak manusiawi, dan pembayarannya harus dikejar terus dan molor beberapa bulan dari yang dijanjikan.

Group D adalah customer yang “dead” atau daaag!, yang membeli dalam jumlah yang sangat sedikit, membandingkan harga dengan kompetitor, dan saat ditanya mengenai pembayarannya malah marah.

2. Fire your C/D customer

“Langkah kedua Anda harus “memecat” customer C dan D. Artinya customer yang justru membuat Anda susah, sebaiknya tidak perlu diikuti keinginannya sehingga secara otomatis mereka akhirnya berhenti membeli produk atau jasa Anda.” jelas Coach Yohanes G. Pauly.

Baca juga:

3. Focus on your A/B customer

Tanpa pemilik bisnis sadari, selama ini mereka terlalu sering menghabiskan waktu dan tenaga untuk fokus ke customer C dan D sehingga mengabaikan customer A dan B.

Padahal jika pemilik bisnis fokus ke customer A dan B, tentunya customer ini akan senang dan akan loyal dan bahkan akan mereferensikan bisnis tersebut ke customer dengan tipe A dan B juga.

“Ingat, ikan dengan jenis yang sama akan berenang dengan yang jenisnya sama pula. Nah kalau Anda selama ini fokusnya ke customer C dan D terus, bila Anda dapat referral Anda akan dapat referral yang tipe apa ayo?” ucap Coach Yohanes G. Pauly.

Strategi ABCD customer sangat tepat diterapkan oleh pemilik bisnis sebagai cara meningkatkan omset penjualan terutama di bulan Ramadhan ini. Jadi selama ini Anda fokus ke customer tipe yang mana?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *