Bisnis saat pandemi

Suntik “Vaksin” ke Bisnis Saat Pandemi dengan 4 Cara Ini! Apa Saja?

Bisnis saat pandemi

Tindakan cepat untuk mencegah bisnis terkena dampak pandemi tentunya harus dilakukan oleh pebisnis. Mulai dari kaizen (continuous improvement), pre-marketing, hingga pivot arah bisnis merupakan opsi yang tepat untuk memastikan performa bisnis tetap berada di level maksimal.

Namun mencegah saja tentu tidak cukup, pebisnis juga harus memberikan “vaksin” ke bisnis agar bisa beradaptasi dan berjalan dengan normal.

Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly, menuturkan bahwa salah satu cara paling efektif untuk memberikan “vaksin” ke bisnis adalah dengan membuat sistem yang berjalan.

Jika bisnis mempunyai sistem yang berjalan, seluruh karyawan akan bekerja dengan dinamis dan memberikan hasil kerja yang optimal sehingga bisnis tidak rawan terkena “penyakit”.

Lalu bagaimana langkah untuk membuat sistem yang berjalan di bisnis?

Langkah 1: Flowism

Langkah pertama adalah flowism yang bisa diterapkan dengan membuat business flow dan business process yang jelas dan berjalan di bisnis, yaitu dari ujung awal hingga ke ujung akhir bisnis.

Dengan adanya business flow, setiap karyawan memiliki arahan yang jelas bagaimana harus menjalankan tugas secara disiplin dan teratur sehingga pebisnis tidak perlu mengontrol setiap saat.

Langkah 2: Organism

Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan sesudah membuat business flow, pebisnis harus menentukan siapa yang bertanggung jawab pada masing-masing flow dalam bentuk organization structure atau organization chart.

Banyak pebisnis yang menganggap organization structure hanyalah formalitas semata. Pebisnis tidak menyadari bahwa organization structure yang berantakan akan menyebabkan internal bisnis kacau karena tidak jelas siapa yang bertanggungjawab.

Poin penting dari organization chart untuk meningkatkan imunitas bisnis adalah dengan memiliki organization chart yang benar dan sistematis, pebisnis akan sadar bahwa sebenarnya ia punya banyak karyawan namun pekerjaan masing-masing karyawan tidak jelas harus apa.

“Dengan membuat organization chart, pebisnis bisa membuat patokan masing-masing karyawan pekerjaannya apa. Karena sudah sistematis, tentunya karyawan bisa lebih optimal lagi bekerja karena pekerjaan mereka jelas dan tidak bertumpuk. Output-nya apa? Ada sistem yang berjalan dan karyawan bekerja optimal untuk mencapai tujuan bisnis.” jelas Coach Yohanes G. Pauly

Langkah 3: Mechanism

Setelah berhasil membuat flow di tubuh bisnis dan membuat team/divisi apa saja yang bertanggung jawab pada masing-masing flow, langkah selanjutnya adalah menentukan mekanisme kerjasama antar team sehingga menghasilkan proses yang sistematis.

Coba bayangkan jika antar team tidak memiliki ritme yang sesuai, pebisnis bisa bekerja bahkan hingga 12 jam dalam sehari karena harus menyelesaikan permasalahan yang timbul! Dan lebih parahnya lagi juga mempengaruhi pemasukan bisnis karena pekerjaan jadi terhambat.

Baca juga:

Langkah 4: Quantification

Jika sudah memiliki business flow, sudah menentukan tanggungjawab tiap team dan menentukan mekanisme kerja antar team, lalu bagaimana mengetahui keberhasilan sistem di bisnis?

Langkah yang harus dilakukan oleh pebisnis adalah mengukur nilai keberhasilan masing-masing team menggunakan Key Performance Indicator & Monitoring (KPIM).

Beda KPIM dengan Key Performance Indicator (KPI) adalah adanya sistem monitoring dimana pebisnis akan dapat melihat dengan mudah karyawan mana yang bekerja dengan baik dan mana yang performanya kurang baik. Bahkan pebisnis juga akan bisa menilai dan membandingkan kinerja dari setiap karyawan dari berbagai divisi.

Lalu monitoring sistem ini juga harus dibagikan secara rutin ke setiap karyawan. Karyawan yang punya nilai terendah dan berada di posisi paling bawah tentu akan merasa malu dan memacunya untuk bekerja lebih giat dan maksimal agar bisa mencapai target. Dampaknya ke bisnis adalah target bisnis makin tercapai karena karyawan bekerja dengan optimal.

Langkah 5: Elimination

Setelah melalui langkah quantification, pebisnis bisa mengetahui rambu-rambu kondisi bisnis berdasarkan laporan yang dibuat oleh karyawan. Jika di laporan ternyata ada indikator yang menunjukan kondisi yang tidak baik, pebisnis bisa cepat tanggap membuat langkah strategis yang harus dilakukan kedepannya.

Pebisnis tentunya tidak ingin bisnisnya ikut sakit di “musim dingin” ini. Oleh karena itu, terapkan 5 langkah ini di bisnis agar imunitas bisnis bisa makin meningkat!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *