Cara mengembangkan bisnis

Kehidupan Anda Seperti “Tenggelam” Ditelan Kesibukan di Bisnis? Cara Mengembangkan Bisnis ini Solusinya!

Cara mengembangkan bisnis

Cara mengembangkan bisnis yang biasa Anda terapkan malah menyedot waktu Anda? Bukannya membuat Anda punya waktu luang bersama keluarga dan bersantai, tapi malah bikin Anda “tenggelam” di bisnis dan tidak punya kehidupan?

Tenggelam di bisnis

Pebisnis mana yang tidak mau punya bisnis dengan omzet besar, ramai customer, karyawan dengan performa bagus, bisa pergi jalan-jalan bersama keluarga namun bisnis tetap jalan dengan maksimal.

Pertanyaannya, dari sekian banyak pebisnis, berapa persen diantara mereka yang bisa mendapatkan impian bisnis tersebut? Sangat sedikit!

Banyak pebisnis yang malah “tenggelam” di bisnis, maunya bisa punya omzet besar dan quality time bersama keluarga dan orang dekat, namun yang ada malah waktu, tenaga, dan uangnya habis untuk bisnis.

Cara mengembangkan bisnis yang diterapkan malah membuat pebisnis tidak lagi punya kehidupan karena hidupnya terpusat dan tersedot di bisnis.

Cara mengembangkan bisnis yang tepat

Apa yang dirasakan oleh banyak pebisnis ini sebenarnya bisa dihindari jika pebisnis tersebut tahu dan menerapkan cara mengembangkan bisnis yang tepat.

Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly mengatakan kesalahan terbesar yang dilakukan pebisnis sehingga menyebabkan mereka “tenggelam” di bisnis adalah karena tidak punya sistem yang jalan.

“Bisnis itu harus punya sistem. Disinilah kesalahan pebisnis, mayoritasnya pebisnis itu tidak punya sistem di bisnisnya. Kalau pun punya, sistem itu ada di kepala pebisnis, terpusat di pebisnis itu sendiri.” ucap Coach Yohanes G. Pauly.

Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan bahwa cara mengembangkan bisnis yang tepat dimulai dengan ada 3 langkah awal membuat sistem di bisnis:

Langkah 1: Flowism

Langkah pertama adalah flowism dengan membuat business flow dan business process yang jelas dan berjalan di bisnis, yaitu dari ujung awal hingga ke ujung akhir bisnis.

Banyak dari pebisnis menyimpan flow atau alur proses di bisnisnya itu di dalam benaknya (dan hatinya) saja. Akhirnya ia harus terus datang ke bisnisnya untuk mengatur dan menggerakkan karyawannya agar semuanya bisa berjalan mengikuti flow yang ada di benaknya tersebut dan tenggelam di bisnis.

Baca juga:

Langkah 2: Organism

Langkah ke-2 dalam cara mengembangkan bisnis adalah sesudah membuat business flow yang berjalan di bisnis, pebisnis harus menentukan siapa yang bertanggung jawab pada masing-masing flow dalam bentuk organization structure atau organization chart.

Banyak pebisnis yang menganggap organization structure hanyalah formalitas saja, padahal organization structure yang berantakan akan menyebabkan internal bisnis kacau karena tidak jelas siapa yang bertanggung jawab.

Poin penting dari organization chart agar tidak tenggelam di bisnis adalah dengan organization chart yang benar dan sistematis, pebisnis akan sadar bahwa sebenarnya ia punya banyak karyawan dan pekerjaan masing-masing karyawan tidak jelas harus apa. Atau ia akan sadar bahwa ternyata selama ini hampir seluruh pekerjaan ia yang kerjakan sendiri.

“Dengan membuat organization chart, pebisnis bisa membuat patokan masing-masing karyawan pekerjaannya apa. Karena sudah sistematis, tentunya karyawan bisa lebih optimal lagi bekerja karena pekerjaan mereka jelas dan tidak bertumpuk. Output-nya apa? Ada sistem yang berjalan dan karyawan bekerja optimal untuk mencapai tujuan bisnis.” jelas Coach Yohanes G. Pauly. 

Langkah 3: Mechanism

Setelah berhasil membuat flow di tubuh bisnis dan membuat team/divisi apa saja yang bertanggung jawab pada masing-masing flow, langkah selanjutnya adalah menentukan mekanisme kerjasama antar team sehingga menghasilkan proses yang sistematis.

Coba bayangkan jika antar team tidak memiliki ritme yang sesuai, pebisnis akan tenggelam bekerja bahkan hingga 12 jam dalam sehari karena harus menyelesaikan semua permasalahan! Dan lebih parahnya lagi juga mempengaruhi pemasukan bisnis karena pekerjaan jadi terhambat dan tidak punya waktu untuk kehidupan pribadinya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *