Neuro Linguistic Programming (NLP)

Neuro Linguistic Programming (NLP) ala Hingdranata Nikolay agar Bisnis Bisa Lalui Krisis

Neuro Linguistic Programming (NLP)

Terkenal sebagai Licensed Master Trainer of Neuro Linguistic Programming (NLP) pertama di Indonesia yang mendapat lisensi dari Richard Brandler, yuk belajar 3 skill yang wajib dikuasai oleh pemilik bisnis agar bisnis bisa berhasil melalui masa krisis dari Hingdranata Nikolay.

Neuro Linguistic Programming (NLP)

Neuro Linguistic Programming atau yang biasa disingkat dengan NLP merupakan sebuah ilmu pengembangan diri yang berfokus pada teknik untuk mengelola pikiran agar bekerja seperti apa yang diharapkan.

Secara sederhana, Neuro Linguistic Programming membantu seseorang untuk mengatur dan mengendalikan pikirannya.

Dicetuskan oleh Dr. Richard Bandler dan Dr. John Grinder Ph.D, Neuro Linguistic Programming makin diminati dan ditekuni oleh banyak orang, salah satunya Hingdranata Nikolay.

Ia memperoleh lisensi sebagai Licensed Trainer of NLP dari Dr. Richard Bandler pada bulan Maret 2008 di Orlando, Amerika Serikat, dan menjadi orang Indonesia pertama yang mendapatkan lisensi Trainer NLP langsung dari Dr. Richard Bandler.

Hingdranata Nikolay juga merupakan orang Asia Tenggara dan Indonesia pertama yang diberikan lisensi sebagai Licensed Master Trainer of NLP, oleh Dr. Richard Bandler dan The Society of NLP di bulan Maret 2012.

Punya kecintaan yang tinggi terhadap dunia Neuro Linguistic Programming, Hingdranata Nikolay kemudian membuka cabang NLP di Indonesia dan bersama dengan team-nya mulai membantu banyak orang dari berbagai kalangan yang ingin mendalami ilmu Neuro Linguistic Programming.

Selain aktif memberikan training dan seminar, Hingdranata Nikolay kini menjabat sebagai Director Inspirasi Indonesia dan NLP Indonesia, dan Master Trainer.

3 skill bisnis hadapi krisis

Neuro Linguistic Programming bisa diterapkan di banyak lini, salah satunya adalah lini bisnis. Pemilik bisnis dituntut untuk bisa mengolah pikiran dan punya kontrol yang tinggi saat menjalankan bisnis baik dalam kondisi terutama saat krisis.

Melalui perbincangannya bersama Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly, Hingdranata Nikolay memberikan 3 skill yang wajib dikuasai oleh pemilik bisnis saat menghadapi masa krisis:

1. Skill mengolah pikiran

Untuk bisa menghadapi masa krisis, Hingdranata Nikolay menjelaskan bahwa skill pertama yang wajib dikuasai oleh pemilik bisnis adalah bagaimana me-manage pikiran dan nalar.

Jika pemilik bisnis punya pikiran yang negatif, maka ia akan memberikan sugesti kepada dirinya tentang hal-hal yang negatif, akan percaya dengan kemungkinan-kemungkinan negatif, berasumsi bahwa apapun yang ia lakukan di bisnis hanya akan membawa hasil yang negatif.

Akibatnya pemilik bisnis ini tidak akan pernah bisa membawa bisnisnya keluar dari masa krisis. Seluruh ide dan masukan yang berikan oleh orang lain selalu ditanggapi negatif dengan beranggapan ide dan masukan tersebut tidak akan memberikan hasil seperti yang diharapkan.

Oleh karena itu, skill pertama yang harus dimiliki oleh pemilik bisnis adalah untuk mengolah pikiran agar berhenti berpikiran negatif dan mencoba melihat segala sesuatu dari sisi positif.

Baca juga:

2. Emotional Intelligence

“Skill kedua yang penting untuk dikuasai adalah kemampuan untuk mengelola emosional, bagaimana pemilik bisnis bisa merespon semua informasi ataupun keadaan dengan kondisi yang jauh lebih intelligence, tidak langsung emosi atau marah.” ucap Hingdranata Nikolay.

Sebagai kapten kapal bisnis, pemilik bisnis harus punya skill untuk mengendalikan emosi, bisa menahan diri, dan berpikir sebelum bertindak. Karena nasib kapal bisnis ada di tangan si pemilik bisnisnya. Kalau pemilik bisnis gegabah dalam bersikap dan bertindak, kapal bisnis bisa karam.

Ingin tahu pembahasan lengkap dari Licensed Master Trainer of Neuro Linguistic Programming (NLP) Hingdranata Nikolay tentang skill yang harus dimiliki agar bisnis bisa melewati pandemi dan krisis?

Yuk tonton video lengkapnya dengan klik disini!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *