Pengembangan usaha

4 Strategi Pengembangan Usaha agar Bisnis Bertahan di Masa Krisis

Pengembangan usaha

Anda sering mengalami banyak masalah di bisnis? Strategi pengembangan usaha yang Anda terapkan tidak memberikan dampak yang signifikan? Omzet stagnan dan bahkan makin berkurang tiap bulannya? Yuk simak 4 strategi pengembangan usaha ini agar bisnis Anda bisa keluar dari krisis dan naik ke level yang lebih tinggi!

Bisnis di masa krisis

Masalah silih berganti menerpa bisnis Anda? Belum selesai masalah yang lama, sudah datang masalah yang baru? Anda sibuk dan hanya fokus untuk mencari solusi dari permasalahan bisnis saja? Tidak ada titik terang untuk masa depan bisnis Anda?

Kondisi ini tentunya bukan kondisi ideal dan diharapkan oleh pemilik bisnis. Waktu, tenaga, dan uang terpaksa dihabiskan untuk menyelesaikan permasalahan bisnis sehingga pemilik bisnis tidak punya waktu lagi untuk membuat pemikiran dan langkah strategis untuk masa depan bisnis.

Apa yang harus dilakukan oleh pemilik bisnis agar bisa membawa bisnis keluar dari masa krisis ini dan naik ke level yang lebih tinggi lagi?

Strategi pengembangan usaha

Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly, menjelaskan ada 4 strategi pengembangan usaha yang bisa diterapkan oleh pemilik bisnis terutama di masa krisis:

1. Kaizen your existing products or services

Strategi pengembangan usaha yang pertama adalah dengan kaizen, atau improvement atau dengan memperbaiki produk atau jasa menjadi lebih baik lagi sehingga bisa diterima bahkan dicari oleh dunia yang saat ini sedang krisis.

Anda harus terus menerus harus mengubah dan meng-improve produk atau jasa yang Anda jual selama ini sehingga relevan di mata customer. Produk atau jasa Anda sudah baik, tapi bagaimana cara meng-improve nya agar lebih baik lagi dalam beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.” jelas Coach Yohanes G. Pauly.

Contohnya pada bisnis coffee shop yang penjualannya terus menurun. Pemilik Bisnis ini kemudian melakukan kaizen dengan menyediakan kopi yang dikemas dalam botol dengan banyak varian ukuran sehingga lebih mudah untuk disimpan dan dibawa oleh customer.

Baca juga:

2. Create new business funnel

Seringkali tanpa pemilik bisnis sadari bahwa sebenarnya ada banyak funnel bisnis yang sangat berpotensi untuk meningkatkan penjualan dan mengembangkan bisnis namun tidak pernah tersentuh.

Seperti kata pepatah “Banyak jalan menuju Roma”, terdapat banyak funnel bisnis yang mungkin saja belum pernah dilakukan. Contohnya adalah pada bisnis makanan yang biasanya hanya mengandalkan menu dine in, bisa ditambah funnel baru dengan adanya take away atau delivery order atau bahkan makanan beku ready to cook yang bisa dipesan melalui aplikasi online.

Yuk simak strategi pengembangan usaha selengkapnya dari Coach Yohanes G. Pauly dengan klik disini!

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *