Tingkatkan Penjualan

“Vaksin Anti Perang Harga” untuk Tingkatkan Penjualan

Tingkatkan Penjualan

Vaksin anti perang harga dengan kompetitor! Terapkan strategi ini agar customer antri di bisnis dan bisa tingkatkan penjualan setiap bulannya tanpa harus perang harga!

Perang harga lagi?

Strategi marketing yang Anda terapkan tidak ada yang berhasil untuk menarik calon customer agar beli di bisnis? Satu-satunya strategi yang paling ampuh adalah dengan perang harga agar lebih murah dari kompetitor supaya calon customer mau beli produk atau jasa Anda?

Kondisi ini banyak dialami oleh pemilik bisnis. Produk atau jasa yang dijual tidak berhasil menarik minat calon customer untuk beli dan ujung-ujungnya harga lah yang terpaksa dipermainkan.

Tentunya strategi ini dalam jangka waktu lama memberikan dampak yang negatif ke bisnis. Pemilik bisnis sangat sulit untuk tingkatkan omzet bisnis dan malahan makin lama makin merosot.

Strategi tingkatkan penjualan yang efektif di bisnis

Ada 2 langkah dalam tingkatkan penjualan bisnis yang harus diperhatikan oleh pemilik bisnis, langkah pertama adalah mengidentifikasi sumber dan akar terjadinya perang harga, lalu langkah kedua adalah “vaksin” agar customer datang membeli di bisnis tanpa harus perang harga.

Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan 2 langkah ini yaitu:

1. Jangan berharap tingkatkan penjualan dengan hanya jual functional benefit!

Ini adalah salah satu kesalahan fundamental yang banyak dilakukan oleh pemilik bisnis. Yaitu dengan fokus hanya menjual fungsi dan kegunaan produk atau jasa yang dijual semata.

“Kalau produk atau jasanya bagus, pasti laku!” Belum tentu!

Karena jika pemilik bisnis hanya menjual fungsi barang atau jasa semata, maka hal pertama yang akan ditangkap oleh customer adalah kenapa harus beli yang lebih mahal jika ada produk atau jasa lain dengan fungsi sama harga lebih murah.

Langkah tingkatkan penjualan dengan hanya mengedepankan functional benefit ini akan membuat calon customer menggunakan logika mereka. Jika produk atau jasa yang dijual tidak memiliki perbedaan dengan bisnis lain, dipastikan yang akan dilihat oleh calon customer hanya harganya saja.

“Akibatnya adalah pemilik bisnis akan terjebak dalam perang harga yang tidak ada habisnya.” ucap Coach Yohanes G. Pauly.

Contohnya adalah bisnis tas wanita yang selalu mengkomunikasikan hanya tentang functional benefit tas yang dijualnya, yaitu kualitas bagus dan tidak mudah sobek.

Apa yang terjadi? Di mata customer adalah tidak ada beda tas tersebut dengan tas yang dijual bisnis lain. Calon customer akan mulai membandingkan harga tas tersebut dengan bisnis lain. 

Untuk apa mengeluarkan uang lebih mahal jika ada tas dengan fungsi yang sama dan harga lebih murah?

Baca juga:

2. Langkah tingkatkan penjualan dengan fokus ke emotional benefit

Ini adalah strategi tingkatkan penjualan yang ampuh, efektif, dan diterapkan oleh bisnis sukses yaitu dengan fokus menjual emotional benefit yaitu beyond what yang menyentuh ke hati customer. Strategi ini adalah “vaksin” untuk perang harga.

“Bila kita fokus ke hati saat menjual produk atau jasa ke customer, maka yang terjadi adalah customer akan memikirkannya dengan hati dan logikanya akan menyesuaikan karena hatinya tersentuh. Bila sudah bicara tentang hati, maka harga akan jadi kurang relevan lagi bahkan seringkali tidak relevan.” ucap Coach Yohanes G. Pauly.

Bandingkan dengan brand tas wanita yang fokus menjual emotional benefit ke calon customer. tas wanita ini  berbicara tentang pride, lifestyle, dan personality yang menyentuh hati sehingga customer-lah yang akan menyesuaikan logikanya. Brand tas wanita ini tidak pernah perang harga untuk tingkatkan penjualan, bahkan brand tas ini bisa menjual 1 tas dengan harga hingga ratusan juta.

Ingat, strategi tingkatkan penjualan dengan fokus ke emotional benefit bukan berarti pemilik bisnis mengabaikan functional benefit produk atau jasa. Namun justru functional benefit produk atau jasa yang dijual haruslah bagus, jadi tidak perlu dibicarakan lagi.

Bagaimana akan menjual emotional benefit produk atau jasa jika functional benefit-nya saja tidak bagus?

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *