The Power of ARMY: Marketing Strategy BTS Meal dari McD yang Viral Bikin Heboh

The power of ARMY! Marketing strategy oleh McD dengan menggandeng boyband asal Korea Selatan, BTS, dengan meluncurkan BTS Meal yang bikin heboh karena antrian super panjang dan viral di media sosial!

Punya 1.300 Cabang di 9 Negara, Ini Cara Pemasaran Produk Makanan ala Kebab Baba Rafi

Cara Pemasaran produk makanan

Anda punya Bisnis di bidang Food & Beverage (F&B) dan kesulitan untuk memasarkan ke calon customer? Yuk simak cara pemasaran produk makanan yang dilakukan oleh Hendy Setiono, founder dari Baba Rafi Enterprise hingga bisa buka 1.300 lebih cabang di 9 negara di dunia.

Dari bisnis gerobak

Salah satu jenis bisnis dengan persaingan yang tinggi namun sangat diminati adalah bisnis jenis Food & Beverage (F&B). Makanan dan minuman yang merupakan kebutuhan pokok manusia menjadi faktor penting kenapa bisnis F&B tidak ada matinya dan bisa ditemukan di seluruh penjuru negeri.

Salah satu bisnis bidang F&B yang berhasil sukses ditengah ketatnya persaingan adalah bisnis Kebab Baba Rafi. Bisnis yang terkenal dengan warna kuning dan merah ini punya 1.300 lebih cabang di 9 negara di dunia.

Dibalik kesuksesan Kebab Baba Rafi, sebenarnya bisnis dulu ini dibuka hanya dengan bermodal uang Rp 4.000.000 saja dan dijual melalui gerobak kecil di kota Surabaya.

Hendy Setiono, founder Kebab Baba Rafi dalam perbincangannya dengan Coach Yohanes G. Pauly menceritakan kembali bagaimana perjuangannya memulai bisnisnya.

Sewaktu itu, di tahun 2003, bisnis kebab di Indonesia masih sangat sedikit. Ia melihat peluang yang sangat besar dengan memasarkan kebab dimulai dari kota tempat tinggalnya, Surabaya.

Tak disangka, kebab yang ia buat mendapat respon yang sangat bagus dari customer dan penjualan makin besar. Di tahun 2005 ia kemudian mulai membuka franchise kepada publik luas.

Cara pemasaran produk makanan

Kesuksesan Hendy Setiono dalam membesarkan Kebab Baba Rafi hingga bisa mendirikan Baba Rafi Enterprise yang membawahi banyak produk sangat menginspirasi banyak pemilik bisnis.

Cara pemasaran produk makanan yang ia terapkan membawa Baba Rafi Enterprise bisa naik ke level yang lebih tinggi dan membuka cabang di luar Indonesia.

Dari perbincangan Coach Yohanes G. Pauly dengan Hendy Setiono, ia menuturkan bahwa salah satu cara pemasaran produk makanan yang memberikan hasil yang sangat positif adalah dimulai dengan membangun internal bisnis terlebih dahulu.

Hendy Setiono menjelaskan ada syarat-syarat yang harus diterapkan oleh pemilik bisnis agar cara pemasaran produk makanan bisa sukses:

1. Bangun brand bisnis

Syarat pertama dalam cara pemasaran produk makanan oleh Hendy Setiono adalah pemilik bisnis harus membangun brand. Tanpa ada brand yang kuat, sangat sulit untuk memasarkan makanan ke calon customer.

Tak diragukan lagi nama brand Kebab Baba Rafi sangat terkenal di kalangan customer. Dengan nama brand yang kuat dan kualitas produk makanan yang dijual, Kebab Baba Rafi berhasil memenangkan hati customer.

“Kalau brand-nya belum terkenal, ya Anda harus bangun dulu brand-nya supaya bisa terkenal.” ucap Hendy Setiono.

Baca juga:

2. Bangun team yang kuat dan kompak

Syarat kedua agar cara pemasaran produk makanan bisa sukses adalah dengan membangun team yang kompak dan solid.

Team adalah salah satu aset paling berharga di bisnis. Jika bisnis punya team yang kompak, jauh dari perpecahan dan politik kantor, serta bekerja sesuai harapan, bisnis akan naik ke level yang lebih tinggi.

Mau tahu syarat lain dari Hendy Setiono agar cara pemasaran produk makanan bisa sukses? Yuk simak video perbincangan Coach Yohanes G. Pauly dengan Hendy Setiono dengan klik disini.

atau Mau dapet strategi marketing lainnya dari Coach Yohanes G. Pauly? klik -> strategi marketing

6 Strategi Pemasaran Digital di Masa Krisis

strategi pemasaran digital

Bingung bagaimana caranya agar Bisnis bertahan dikala menghadapi masa krisis? Terapkan 6 strategi pemasaran digital ini, yang tidak hanya membuat bisnis Anda bisa tahan melalui krisis, tapi juga makin berkembang ke next level.

Bisnis di masa krisis

Masa krisis membawa dampak dan resiko yang sangat besar terutama pada dunia bisnis. Tak satupun bisnis yang luput dari dampak masa krisis. Beragam kondisi dirasakan oleh pemilik bisnis, mulai dari “goyang” nya omzet, hingga terpaksa gulung tikar.

Tentunya pemilik bisnis akan melakukan beragam usaha dan strategi agar bisnis mereka bisa melalui masa krisis dengan optimal. Salah satu usaha yang dilakukan oleh pemilik bisnis adalah dengan menerapkan strategi pemasaran digital agar bisa menjangkau target pasar lebih luas dan menyesuaikan dengan kebutuhan customer yang serba digital.

Strategi pemasaran digital

Strategi pemasaran digital mungkin tidak asing bagi pemilik bisnis, karena bisa saja pemilik bisnis selama ini telah menerapkan strategi pemasaran digital di Bisnis.

Namun ingat, pemilik bisnis harus menyesuaikan strategi pemasaran digital yang biasa diterapkan dengan kondisi di masa krisis.

Global Awards Winning Business Coach, Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan bahwa untuk melalui masa krisis dengan optimal dan membawa bisnis ke next level, pemilik bisnis harus memenuhi 6 syarat strategi pemasaran digital yang disebutnya dengan ON+LINE, apa saja syarat strategi tersebut?

On the Go

Syarat pertama adalah produk bisnis harus mudah untuk dibeli dengan dibawa, dikirim, dan diakses melalui mobile device oleh customer. Bagaimana bisnis bisa bertahan melalui masa krisis jika produk yang dijual tidak easy to buy?

“Apakah bisnis Anda sudah memenuhi syarat On the Go (O)? Jika belum, berarti Anda harus kaizen produk Anda, harus lakukan continuous improvement, jika tidak, akan sangat sulit bagi bisnis Anda untuk terbang tinggi.” jelas Coach Yohanes G. Pauly.

Baca juga:

Neat

Syarat kedua yang tak kalah pentingnya adalah bisnis harus berkualitas tinggi dan dapat dipercaya. Sudah menjadi keharusan bahwa produk yang dijual merupakan produk yang memiliki kualitas dan mutu tinggi.

Coach Yohanes G. Pauly menjelaskan bahwa kendala-kendala yang ditemukan oleh pemilik bisnis pada kondisi krisis bukanlah sebuah alasan rendahnya kualitas produk.

Seharusnya kondisi krisisadalah momen yang sangat tepat untuk membuktikan pada customer bahwa bisnis mereka sangat terpercaya karena selalu menjaga kualitas dan mutu produk bahkan disituasi sulit.

Oleh karena itu, syarat strategi pemasaran digital kedua adalah pemilik bisnis harus fokus tidak hanya pada marketing tapi juga branding. Karena kalau branding bisnis jelek, penjualan tidak akan meningkat.

Loud

Jika bisnis Anda sama dengan bisnis lain, tidak ada discriminator-nya, tidak memiliki ciri khas sebagai pembeda, maka masa krisisbisa jadi merupakan akhir dari bisnis Anda.”

Founder dan Master Coach di GRATYO® Practical Business Coaching ini menambahkan bahwa jika pemilik bisnis tidak memiliki pembeda antara bisnisnya dengan kompetitor di mata customer, maka yang terjadi adalah perang harga hingga lama kelamaan bisnis merugi dan bisa jadi gulung tikar.   

Internet

“Produk atau jasa yang Anda jual di bisnis harus tersedia, mudah ditemukan, dan dibeli di internet.” jelas Coach Yohanes G. Pauly.

Transaksi secara internet (online) menjadi syarat penting dalam strategi pemasaran digital karena customer sudah beralihke dunia internet. Pemilik bisnis harus bisa beradaptasi dan menguasai dunia internet sehingga produk yang dijual tersedia, mudah dicari, mudah diakses dan mudah dibeli oleh customer.

Yuk klik disini untuk ketahui 2 syarat strategi pemasaran digital lain yang dibahas secara lengkap dan detail oleh Coach Yohanes G. Pauly!

atau Mau baca strategi marketing lainnya dari Coach Yohanes G. Pauly? klik -> strategi marketing

Belajar Strategi Pemasaran Online dari Christina Lie, Founder 101Red.Com

Strategi pemasaran online

Strategi pemasaran online yang Anda terapkan bukannya bikin bisnis ramai customer tapi bikin rugi karena hanya buang uang saja? Yuk belajar strategi pemasaran online agar bisnis makin profitable dari Christina Lie, Founder bisnis 101Red.com.

Pernah bangkrut

Nama Christina Lie cukup terkenal dikalangan pemilik bisnis dan digital marketer, ia rutin membagikan tips dan strategi bisnis melalui akun media sosial dan Youtube miliknya kepada pemilik bisnis terutama mereka yang fokus menggeluti strategi pemasaran online.

Bisnis Christina Lie sendiri dimulai saat ia berjualan produk impor dengan menggunakan sistem dropship dan open pre-order.

Awalnya, bisnis ini berjalan mulus karena produk aksesoris wanita yang dijualnya banyak diminati. Seiring banyaknya saingan bisnis dan mulai mahalnya iklan di Facebook, Christina Lie kemudian menjadi trader di tahun 2013. Namun trading yang ditekuni Christina Lie malah membuatnya bangkrut karena salah perhitungan.

Bangkit dari keterpurukan, ia kemudian mendirikan bisnis baru 101Red yang menjual produk kecantikan, fashion, dan kesehatan.

Baca juga:

Strategi pemasaran online

Strategi pemasaran online yang diterapkan oleh Christina Lie di bisnis 101Red memberikan hasil yang besar hingga memiliki ribuan reseller di Indonesia.

Lalu bagaimana rahasia dalam menerapkan strategi pemasaran online agar tidak hanya buang-buang uang saja?

Menurut Christina Lie, salah satu caranya adalah pemilik bisnis harus menguasai keyword yang sering dicari oleh calon customer. Seringkali pemilik bisnis menguasai keyword yang tidak tepat di bisnisnya.

Misalnya, keyword yang digunakan terlalu umum dan pesaingnya sangat banyak, sehingga disaat dicari oleh calon customer, produk atau jasanya si pemilik bisnis tidak tampil di pencarian.

“Pemilik bisnis saat menentukan keyword, harus melihat siapa top 3 yang juga ikut nongol di iklan tersebut.” ucap Christina Lie.

Christina Lie juga menekankan bahwa pemilik bisnis juga harus melihat bagaimana kompetitornya. Jika keyword yang digunakan juga sudah digunakan oleh kompetitor dengan harga yang jauh lebih murah, sebaiknya pemilik bisnis tidak menggunakan keyword tersebut.

Yuk tonton diskusi lengkap antara Coach Yohanes G. Pauly dan Christina Lie mengenai strategi pemasaran online dengan klik link berikut ini

atau Mau baca strategi marketing lainnya dari Coach Yohanes G. Pauly? klik -> strategi marketing